Seorang penumpang maskapai Garuda Indonesia yang juga merupakan seorang influencer lokal melaporkann kehilangan ponsel jenis iPhone dalam penerbangan dari Jakarta menuju Melbourne pada Jumat (6/6). Sosok penumpang tersebut adalah Michael Tjendara yang menceritakan kronologi kejadian lewat unggahan di akun instagramnya.
Garuda meminta maaf atas ketidaknyamanan penumpang. Garuda mengatakan saat ini melakukan investigasi. “Demi kelancaran proses investigasi, seluruh awak kabin yang bertugas telah dibebastugaskan untuk sementara waktu dari tugas penerbangan”, kata manajemen maskapai Garuda Indonesia.
“Ini bukan cuma soal HP hilang. Kalau benar iPhone itu terlacak di hotel tempat kru menginap lalu dibuang, itu artinya budaya kerja di Garuda sudah sangat kronis. Sudah seperti kanker, bukan cuma keuangan yang terus rugi, tapi integritas SDM-nya juga bermasalah,” kata Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kepada wartawan, Rabu (11/6).
Mufti Anam juga mengkritik PT Garuda Indonesia yang terus-menerus menerima suntikan dana dari pemerintah, baik melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) maupun dari holding Danantara. Ia menyayangkan, suntikan dana itu justru tak kunjung menunjukkan perbaikan signifikan.
“Kita bicara soal kepercayaan publik. Bagaimana masyarakat bisa percaya Garuda bisa bangkit, kalau integritas SDM-nya saja dipertanyakan?” tegasnya. Lebih lanjut, Mufti menekankan seharusnya PT Garuda Indonesia tidak hanya fokus pada restrukturisasi keuangan, tapi juga melakukan perombakan total terhadap budaya kerja dan manajemen internal. “Garuda itu bukan cuma butuh tambal sulam keuangan, tapi bedah besar-besaran di sisi SDM dan integritas. Percuma dikasih triliunan kalau kejujuran di lapangan tidak ada,” pungkasnya.