
Bogor, Jawa Barat — Sebuah pertengkaran rumah tangga berubah dramatis ketika seorang istri menusuk suaminya menggunakan gunting. Peristiwa ini terjadi di Klapanunggal dan melibatkan pasangan Nasrudin dan Mulyani, yang ternyata sudah sering berseteru sejak beberapa hari sebelumnya.
Awal Konflik & Memanas
Permasalahan semula muncul pada Kamis (9 Oktober 2025), ketika pertengkaran verbal antara Nasrudin dan Mulyani terjadi melalui telepon. Ketegangan ini kemudian mereda, tetapi kembali timbul dua hari kemudian.
Pada Sabtu sore, Nasrudin datang ke kontrakan pasutri tersebut. Saat itu, Mulyani sempat menyiapkan makanan. Namun emosi kembali memuncak ketika sebuah insiden kecil terjadi: pintu rumah secara tak sengaja jatuh dan mengenai kepala anak mereka. Kejadian ini memicu pertengkaran yang lebih serius.
Mulyani menyebut bahwa pintu itu berserakan dan mengenai kepala sang anak, lalu percekcokan segera menyusul. Dalam kondisi emosi, Mulyani melempar ember dan toples sebagai reaksi spontan.
Puncak Kekerasan: Pemukulan & Penusukan
Dalam konflik yang semakin tegang, Nasrudin dilaporkan mulai melakukan kekerasan fisik. Dia memukul istrinya menggunakan kayu dan juga menggunakan pengki plastik. Pukulan itu menyebabkan memar di tangan Mulyani serta benjol di bagian kepala.
Ketika Mulyani merasa tak lagi mampu menahan tekanan, ia sempat mengambil gunting. Dalam momen emosi yang tinggi, ia menusukkan gunting ke lengan kiri Nasrudin. Menurut keterangan pihak kepolisian, tusukan itu dilakukan dengan mata terpejam, tanpa tujuan yang diarahkan dengan sadar.
Tindakan Kepolisian & Penanganan Kasus
Polisi dari Polsek Klapanunggal kemudian datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga memintai keterangan dari kedua pihak serta membawa visum untuk keperluan penyidikan.
Saat ini, kasus penusukan ini ditangani oleh Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) dari Satreskrim Polres Bogor. Alasan penanganan khusus: karena salah satu pihak adalah wanita dan kasusnya terkait kekerasan dalam rumah tangga.