Banjir-Longsor – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia telah mengerahkan ratusan petugas kepolisian ke Pulau Sumatera untuk membantu upaya penanggulangan banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut. Para petugas tersebut akan dikerahkan di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia sekaligus Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengumumkan bahwa 200 petugas akan dikerahkan ke masing-masing wilayah terdampak Banjir-Longsor di Sumatera. “Kami akan mengerahkan 200 personel beserta seluruh logistik dan peralatan pendukung yang dibutuhkan,” ujar Dedi pada Senin, 1 Desember 2025.
Brigadir Jenderal Trunojudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, menjelaskan bahwa ratusan petugas tersebut akan dikerahkan dari dua kesatuan: 300 dari Brigade Mobil (Brimob) dan 300 dari Resimen Bhayangkara.
Ratusan petugas ini akan disebar merata di ketiga provinsi. Setiap provinsi akan mengerahkan 100 personel Brimob dan 100 personel Sabhara, sehingga total personel menjadi 200 personel.
Mabes Polri juga telah mengerahkan 39 personel Polisi Liar dan 11 pawang anjing untuk membantu pencarian dan evakuasi korban. “Ini tentu diperlukan untuk mencari saudara-saudari kita yang masih tertimbun maupun yang dilaporkan hilang,” ujar Dedi.
Dua puluh tujuh personel dari Pusat Medis Mabes Polri juga telah dikerahkan ke lokasi bencana. Mereka akan bertugas memberikan perawatan medis kepada para korban, melakukan identifikasi antemortem dan postmortem, serta membantu rehabilitasi pasca-luka Banjir-Longsor
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 442 orang meninggal dunia dalam bencana Banjir-Longsor di provinsi tersebut. Sebanyak 402 orang lainnya masih hilang.
Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto menyatakan bahwa jumlah korban bencana tertinggi tercatat di Sumatera Utara: 217 orang meninggal dunia dan 209 orang hilang. Di Sumatera Barat, 129 orang meninggal dunia dan 118 orang hilang. Di Aceh, 96 orang meninggal dunia dan 75 orang hilang.