Beberapa hari ini terdapat berita viral di Bandung yang menyatakan kalau salah seorang guru di Bandung meminta muridnya untuk menggambar alat kelamin sendiri sebagai tugasnya. Hal ini langsung ditanggapi oleh Holy Ichda Wahyuni, Sang Pakar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bandung, yang menyatakan kalau hal tersebut bisa menimbulkan kontroversi walaupun kasus tersebut bersangkutan dengan mata pelajaran Biologi. Apalagi, sosial yang berujung seksual masih dianggap tabu di kalangan masyarakat Indonesia.
Tak lama setelah berita tersebut viral, Guru tersebut membuat video permohonan maaf agar menenangkan masyarakat yang kontroversial dan mengembalikan image yang buruk terhadap industri pendidikan Indonesia. Apalagi setelah berita tersebut viral, banyak orang tua Bandung yang mengkhawatirkan hal tersebut karena hal tersebut dianggap cabul.
Guru tersebut bernamakan Wety Yuningsih, berkata “Saya Wety Yuningsih guru Biologi yang sudah membuat video tentang reproduksi manusia. Saya meminta maaf karena kurang berhati-hati dalam membuat konten yang mungkin sebaiknya tidak perlu diposting di sosial media. Saya menerima kritik dan saran dari para netizen untuk berhati-hati ke depannya. Saya sudah menghapus video di akun tiktok saya. Bagi yang melakukan repost videonya, saya tidak bertanggung jawab. Terima kasih atas perhatiannya”.
Guru tersebut juga mengakui kalau tugas yang diberikan kepada semua muridnya adalah ujian reproduksi Biologi. Kemudian, seluruh siswa merasa diwajibkan untuk mengerjakan tugas tersebut agar mendapatkan nilai. Beberapa pakar pendidikan ada yang kontra dan pro terhadap pandangan masyarakat yang menganggap hal tersebut vulgar. Karena banyak hujatan yang sangat keras dari netizen yang menganggap guru tersebut sangean dan porno. Hal tersebut dianggap miris oleh tokoh yang bergerak di industri pendidikan.