Jakarta — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Jumat siang (31/10/2025) menyebabkan sejumlah kawasan tergenang air. Kondisi ini berdampak langsung pada kemacetan parah di berbagai ruas jalan dan menghambat operasional TransJakarta di beberapa koridor utama.
Genangan air terpantau di sejumlah titik seperti Simprug, Kebon Jeruk, dan Tendean. Akibatnya, armada TransJakarta di koridor 8 dan 9 mengalami keterlambatan signifikan. Beberapa halte juga terpaksa ditutup sementara untuk alasan keselamatan penumpang.
“Beberapa rute mengalami keterlambatan akibat kondisi lalu lintas yang padat dan adanya genangan air di beberapa titik. Kami mengimbau pelanggan untuk bersabar dan memperhatikan pembaruan jadwal melalui aplikasi resmi,” tulis akun @PT_Transjakarta dalam pernyataan di media sosial X pada pukul 20.18 WIB.
Rute yang Terdampak Banjir
Berdasarkan informasi resmi dari TransJakarta, sejumlah rute yang terdampak antara lain:
- Rute 8D: Joglo – Blok M (terhambat di kawasan Simprug karena genangan air setinggi 30 cm)
- Rute 9A: Pinang Ranti – Pluit (macet di sekitar Pancoran dan Grogol)
- Rute 1: Blok M – Kota (perlambatan akibat antrean kendaraan di sekitar Harmoni)
- Rute 6A: Ragunan – Kuningan (terhambat di wilayah Mampang dan Tendean)
Selain keterlambatan, beberapa halte di wilayah utara dan barat Jakarta juga terendam, seperti Halte Jembatan Lima dan Halte Jelambar. Petugas lapangan TransJakarta tampak berjaga di lokasi untuk mengatur penumpang dan memastikan keselamatan jalur bus.
Respons Cepat Petugas di Lapangan
Corporate Secretary PT TransJakarta, Anang Rizky, mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas tambahan untuk mengatur arus bus dan memberikan informasi real-time kepada penumpang. Menurutnya, keselamatan pengguna menjadi prioritas utama.
“Kami sudah menyiagakan tim lapangan di titik-titik rawan genangan untuk memastikan kendaraan tidak terjebak banjir. Apabila kondisi tidak memungkinkan, bus akan dialihkan ke rute alternatif,” ujar Anang saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Beberapa penumpang yang ditemui di Halte Slipi dan Kuningan mengaku perjalanan mereka tertunda hingga satu jam lebih. “Biasanya dari Slipi ke Dukuh Atas cuma 30 menit, tapi hari ini hampir dua jam. Jalanan penuh dan bus berhenti lama di tengah jalan,” kata Ria (29), pegawai swasta asal Palmerah.
Banjir Meluas di Berbagai Wilayah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga pukul 20.00 WIB, terdapat setidaknya 42 titik banjir di seluruh wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.
Wilayah paling terdampak meliputi:
- Jakarta Selatan — Pancoran, Mampang Prapatan, Tebet
- Jakarta Barat — Kebon Jeruk, Duri Kosambi, Cengkareng
- Jakarta Timur — Kampung Melayu, Cipinang, Jatinegara
BPBD menurunkan puluhan personel untuk membantu warga mengevakuasi kendaraan yang terjebak serta membersihkan saluran air yang tersumbat. “Hujan dengan intensitas tinggi dan drainase tersumbat menjadi penyebab utama genangan malam ini,” ujar Kepala BPBD DKI, Sabdo Kurnia.
Dampak terhadap Lalu Lintas
Kondisi ini membuat lalu lintas di Jakarta nyaris lumpuh. Sejumlah pengendara mengaku terjebak berjam-jam di jalanan utama. Pantauan aplikasi Google Maps menunjukkan warna merah pekat di hampir semua ruas jalan utama seperti Gatot Subroto, Sudirman, dan Tomang Raya.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan tidak mendesak dan memanfaatkan transportasi umum jika memungkinkan. “Kami juga telah menyiagakan petugas di titik-titik padat untuk membantu pengaturan lalu lintas,” kata Kombes Latif Usman.
Beberapa rute alternatif disarankan bagi pengguna TransJakarta, seperti melalui jalur Non-BRT (Bus Non-Koridor) yang tetap beroperasi di daerah dengan elevasi tinggi seperti Kuningan dan Kemang.
Prediksi BMKG: Potensi Hujan Masih Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah Jabodetabek masih akan tinggi hingga dua hari ke depan. Cuaca ekstrem ini disebabkan oleh adanya pertemuan angin dari Samudra Hindia dan Laut Jawa yang meningkatkan potensi hujan lokal.
“Khusus wilayah Jakarta Selatan dan Barat, potensi hujan disertai petir masih tinggi hingga Sabtu sore. Warga diimbau waspada terhadap potensi genangan baru,” ujar Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.
BMKG juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan memastikan pompa-pompa pengendali banjir tetap berfungsi optimal.
Upaya Normalisasi Jalur TransJakarta
Hingga pukul 22.00 WIB, sejumlah jalur TransJakarta mulai berangsur pulih, terutama di kawasan Blok M – Monas dan Tendean – Cawang. Namun, petugas tetap berjaga di titik-titik genangan untuk mengantisipasi jika hujan kembali turun.
“Kami melakukan evaluasi setiap jam dan menyesuaikan rute secara dinamis. Tujuannya agar penumpang tetap bisa melanjutkan perjalanan meski jalur utama belum sepenuhnya normal,” kata Anang.
TransJakarta juga menegaskan bahwa sistem informasi digital di halte dan aplikasi akan terus diperbarui untuk membantu penumpang memantau kondisi terkini.