Jakarta – Baru-baru ini, seorang warga negara Jerman yang tidak diketahui identitasnya menjadi viral di media sosial setelah terlihat membuat keributan di sebuah SPBU di Kabupaten Boun, Sulawesi Selatan. WNA tersebut terlibat adu mulut dengan petugas SPBU setelah mengisi bensin di mobilnya karena tidak memiliki kode batang yang dibutuhkan untuk membeli bahan bakar.
“WNA tersebut marah-marah di SPBU karena tidak bisa menunjukkan kode batang yang merupakan salah satu syarat pembelian bahan bakar,” kata Kapolsek Kahu, Kahu Iptu Andi Muhamad Amir, seperti dilansir detiksulsel, Minggu (2 November 2025).
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah SPBU di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, pada Sabtu (1 November) sekitar pukul 10.00 WITA. Seorang WNA awalnya datang ke SPBU bersama istrinya dengan mobil untuk mengisi BBM Solar.
Ketika ingin mengisi solar mobilnya, WNA tersebut ingin melakukannya, tetapi petugas SPBU menolaknya dengan alasan tidak memiliki kode batang, kata Amir.
Sebuah video yang dirilis hari ini menunjukkan WNA tersebut mengenakan kacamata hitam, duduk di dalam mobil, dan berambut pirang. WNA tersebut tampak marah, keluar dari mobil, dan dengan marah menunjuk petugas SPBU tersebut.
WNA tersebut marah karena merasa punya cukup uang untuk mengisi tangki penuh. Namun, petugas SPBU tersebut hanya mengizinkannya mengisi bahan bakar seharga Rp.400.000.
“Karena ia hanya bisa mengisi bahan bakar seharga Rp.400.000. WNA tersebut keluar dari mobil dan marah kepada petugas SPBU tersebut. WNA tersebut dan petugas SPBU tersebut pun berselisih paham.”
Kemudian, setelah membuka tutup tangki bensin, WNA tersebut berkelahi dengan petugas SPBU tersebut.
WNA tersebut mengepalkan tangannya sebentar dan berbicara dalam bahasa asing.
Sementara itu, terdengar suara perempuan dari belakang mobil, menawarkan untuk mengisi bensin di pom bensin. Beberapa orang mencoba menenangkan orang asing yang sedang bertengkar di pom bensin, yang terus membentak petugas.
Intinya, ada kesalahpahaman antara orang asing dan petugas karena mereka tidak mengerti bahasa masing-masing, kata Amir.