Detiknews.id Gresik – Pada Kamis (4 Desember), sebuah insiden berbahaya terjadi di Jalan Tol Sumo seorang anak laki-laki ditemukan berjalan sendirian di pinggir jalan. Polisi dan warga setempat segera mengevakuasi anak tersebut, yang mengaku kabur dari pesantren karena perundungan, sebelum situasi semakin memburuk.
Sekitar pukul 13.00 WIB, sepasang suami istri bernama Bayu Sono yang sedang melintas dikejutkan oleh pemandangan yang tidak biasa: seorang anak berjalan di pinggir jalan, sesekali melirik ke arah kendaraan yang melaju. Menyadari bahaya yang mengancam, pasangan tersebut menghentikan mobil mereka dan segera membawa anak laki-laki tersebut ke Polsek Legundi, Driorejo.
Di kantor polisi, anak laki-laki tersebut mengaku bernama Muhammad Rizki Ramadhan, warga Desa Singogalih, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Dengan suara lirih, Rizki mengaku telah kabur dari pesantren tempatnya menuntut ilmu. Ia mengaku kesal karena sering dirundung teman-temannya. Karena tidak memiliki tujuan yang jelas, ia memutuskan untuk berjalan kaki pulang melalui jalan Tol Sumo, sebuah keputusan yang spontan dan berisiko.
Setelah mengetahui situasi tersebut, Inspektur Satu Suwito, yang bertugas di Polsek Legundi, segera mengambil tindakan. Selain memastikan keselamatannya, ia juga memantau kondisi psikologis anak tersebut. Polisi segera mengawal Rizky ke kampung halamannya di Sidoarjo untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.
Setibanya di rumah, suasana menjadi tegang. Orang tua Rizky diberi tahu alasan putra mereka meninggalkan pesantren. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada polisi atas kepulangannya yang selamat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bayu Sono dan istrinya, yang telah menolongnya tanpa ragu.

Kapolres Gresik, ACBP Rowan Richard Makhenu, melalui Kapolsek Drioregio, Komisaris Musihram, menekankan bahwa kejadian di Tol Sumo ini menunjukkan pentingnya kepekaan sosial dan respons cepat masyarakat. Ia mengimbau lembaga pendidikan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan siswa, dan orang tua untuk memantau kesejahteraan emosional anak-anak mereka secara ketat.
Di tengah kemacetan lalu lintas dan kekacauan di jalan tol, aksi kecil warga dan petugas polisi ini sekali lagi menunjukkan bahwa kepedulian dapat menyelamatkan nyawa di masa krisis, meskipun hanya satu nyawa yang berusaha menemukan jalan pulang.
Sebagai layanan publik, warga yang membutuhkan bantuan polisi dapat menghubungi pusat panggilan 110 atau hotline Kapolda (Cak ROMA) di 0811-8800-2006 untuk informasi mengenai kejahatan, kecelakaan lalu lintas, pelanggaran ketertiban umum, dan bantuan darurat lainnya. (D1)